liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
Wow! Dari Tudung Saji, Pengusaha Ini Raup Rp50 Juta/Bulan

Jakarta, CNBC Indonesia – Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) tidak boleh dianggap remeh. Nina Yulianti telah membuktikan bahwa sebagai seorang pengrajin dan pengusaha hijab mampu meraup untung hingga Rp 50 juta per bulan.

Nina Yulianti, pemilik Zahra Kemilau yang melayani usaha kerajinan tudung, menceritakan kepada CNBC Indonesia di acara International Handicraft Trade (Inacraft) 2022, Rabu (26/10/2022) tentang perjalanan usahanya sejak tahun 2005 yang berawal dari kebutuhan ekonomi.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Jadi awalnya ada kebutuhan ekonomi, karena saya mantan sekretaris, saya tidak bekerja karena punya bayi. Lalu karena keadaan ekonomi yang pas-pasan, saya jadi kreatif,” ujarnya.

Kreativitas ini muncul dari hobinya mengoleksi tutup makanan. Berawal dari keinginan untuk menambahkan pernak-pernik pada penutup piring yang sudah ada, ia kemudian mendapatkan pelanggan pertamanya saat temannya berkunjung ke rumahnya.

“Karena kebetulan saya penggemar tudung saji. Jadi awalnya saya tiru tudung saji yang sudah ada, beli di pameran lalu tambah asesoris. ,” kenang Nina.

Foto: Zara Kemilau (CNBC Indonesia/Anisa Sopiah)
Zara Kemilau (CNBC Indonesia/Anisa Sopiah)

Tak disangka, ternyata temannya itu kemudian menjadi sumber peruntungannya. Banyak pesanan pertama datang dari orang-orang yang datang ke rumah teman Nina. “Kemudian dititipkan di rumah, dia tanya temannya mau beli dimana, akhirnya dia pesan sama saya, buka PO-nya, padahal berantakan karena belum siap,” ujarnya.

Melihat peluang besar dari permintaan tersebut, Nina langsung menjemput bola. Ia segera pergi ke pasar untuk mencari kain dan motif yang menarik. “Ketika saya mencari bahan, saya melihat motif dan kain,” jelasnya.

Itu juga keuntungan tudung produksi. Motif yang unik dan bahan yang bagus menjadikannya pemegang pasar tudung saji di jakarta dan sekitarnya.

Dengan modal kurang dari Rp 500 ribu, Nina kini meraup laba bersih sekitar Rp 30-50 juta per bulan. Menurutnya, keuntungan ini sangat terbantu oleh para reseller. Beberapa di antaranya berasal dari Pekanbaru, Jakarta, dan Makassar.

“Saat pandemi kemarin, reseller banyak membantu pendapatan mereka, karena ternyata bisnis online jalan terus,” ujarnya.

Selain fitur, Nina juga terus mengembangkan usahanya dengan menambah berbagai jenis kerajinan tangan yang diproduksinya. Yang terbaru, ia memproduksi wadah tisu berbentuk mobil tua untuk menarik pelanggan. “Sekarang kami keluarkan tempat tisu ala mobil-mobil jaman dulu. Mobil jenis ini dulunya per tahun kami jual sekitar Rp 550-750 ribu,” jelasnya.

Foto: Zara Kemilau (CNBC Indonesia/Anisa Sopiah)
Zara Kemilau (CNBC Indonesia/Anisa Sopiah)

Namun, menurut Nina, masih ada kendala dalam menjalankan usaha kerajinan tangan. Salah satunya adalah bahan baku seringkali terpengaruh oleh situasi ekonomi global yang tidak menentu seperti saat ini harga bahan baku semakin meningkat.

“Masalahnya bahan baku, harganya bisa naik sangat tinggi sedangkan saya tidak bisa menaikkan harga. Harga yang cenderung naik itu kawat, karena katanya distributornya dari China,” ujarnya.

Nina sangat berhati-hati dalam menetapkan harga karena merasa usahanya bukan barang kebutuhan pokok. “Menaikkan harga itu sulit karena saya sadar produk saya bukan kebutuhan pokok bapak ibu, kalau harganya tinggi lebih baik beli baju daripada pakai hijab,” ujarnya.

Namun, ia tetap optimis menjalankan bisnis kerajinannya. Ia berpesan kepada para pengusaha kerajinan agar kreatif, mencari motif dan mengikuti tren yang ada dan tidak patah semangat.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Wow, Ayo BRI Go Global Bawa Fresh UMKM ke Meksiko

(mij/mij)