liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Nyaris Bangkrut, Pengusaha Anyaman Rotan Bangkit Karena ini

Jakarta, CNBC Indonesia – Di tengah maraknya PHK, ada penyelamat di negeri ini yang mampu menyerap lebih dari 7 juta tenaga kerja. Penyelamatnya adalah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Kementerian Penanaman Modal menyatakan, sejak platform Online Single Submission (OSS) diluncurkan pada Agustus 2021 hingga Desember 2022, sudah ada 1,8 juta Nomor Induk Berusaha (NIB) untuk usaha mikro dan kecil yang telah diterbitkan.

“NIB yang kami berikan kepada pelaku usaha mikro dan kecil sebanyak 1.895.021 NIB, total investasi Rp 318,6 triliun,” jelas Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers, Selasa (24/1/2023).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Dengan keuntungan investasi yang baik, pada tahun 2022 saja UKM mampu menyerap sebanyak 7.608.210 tenaga kerja di Indonesia. Dengan rincian sebanyak 5.575.662 orang di usaha mikro dan 2.032.548 orang di usaha kecil.

“Jadi kontribusi mereka cukup luar biasa dan mampu menciptakan 7,6 juta lapangan kerja, terdiri dari 58,4% usaha kecil dan 41% usaha mikro,” kata Bahlil.

Bahlil menjelaskan, UMKM yang mencatatkan nilai investasi terjadi pada sektor perdagangan dan reparasi senilai Rp 106,8 triliun.

Kemudian jasa dan lain-lain Rp 58,7 triliun, konstruksi Rp 58,1 triliun, hotel dan restoran Rp 25,8 triliun, dan tanaman pangan Rp 12,6 triliun.

Di luar sektor ini, ada juga yang mencatatkan investasi UKM terbesar yaitu transportasi, pergudangan dan komunikasi, industri perumahan, konstruksi dan perikanan.

“Kontribusi UKM terhadap pertumbuhan ekonomi negara cukup signifikan dengan ditunjukkannya data ini,” ujar Bahlil.

10 lokasi terbesar yang mencatatkan investasi UMKM terbanyak terjadi di wilayah Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Banten.

Daerah berikutnya dengan nilai investasi UKM terbesar adalah Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Bali, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

Untuk desa kelahiran Bahlil yaitu Papua berada di posisi ke-22 yang mencatatkan nilai investasi UKM tertinggi. Sementara Papua Barat berada di posisi ke-27.

“Saya punya kampung, UKM, ini sudah tidak bisa saya bicarakan lagi,” kata Bahlil.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

UKM Papua diimbau daftarkan merek, ini syaratnya

(stempel)