liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Pungut Batu Misterius Berharap Emas, Ternyata Lebih Langka

Jakarta, CNBC Indonesia – Sebuah batu misterius ditemukan di Taman Regional Maryborough dekat Melbourne Australia pada tahun 2015. Penemunya David Hole membawanya pulang dan memperkirakan batu itu mengandung emas.

Setelah mencoba membukanya dengan gergaji batu, gerinda, bor dan siram dengan asam tetapi tidak berhasil. Akhirnya Hole menemukan bahwa batu itu tidak berisi emas, melainkan sebuah meteorit langka.

Informasi ini diperoleh saat Hole membawanya ke Museum Melbourne untuk identifikasi.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Ini memiliki penampilan yang dipahat dengan lesung pipit. Itu terbentuk saat melewati atmosfer, meleleh di luar dan atmosfer memahatnya,” kata ahli geologi Melbourne Museum Dermot Henry kepada The Sydney Morning Herald pada 2019, dikutip dari Science Alert, Senin (28/10). 11/2022).

Dalam sebuah makalah ilmiah, para peneliti menulis bahwa meteorit bernama Maryborough itu berusia 4,6 miliar tahun. Beratnya mencapai 17 kilogram dan setelah dipotong kecil-kecil persentase besi yang tinggi ditemukan membuatnya menjadi H5 chondrite yang khas.

Setelah meteorit dibuka, ia mengungkapkan tetesan mineral logam kecil yang mengkristal di atasnya yang dikenal sebagai chondrules.

“Beberapa memberikan gambaran sekilas tentang planet kita. Beberapa meteorit, ada ‘stardust’ yang lebih tua dari Tata Surya kita bagaimana bintang terbentuk dan berevolusi untuk menciptakan unsur-unsur tabel periodik,” jelasnya. “Meteorit langka lainnya mengandung molekul organik seperti asam amino; penyusun kehidupan”.

Peneliti belum mengetahui asal usul dan sudah berapa lama meteorit itu berada di Bumi. Tapi mereka punya beberapa tebakan, misalnya kemungkinan sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter.

“Meteorit khusus ini mungkin keluar dari sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter dan didorong keluar dari sana oleh beberapa asteroid yang saling bertabrakan dan kemudian suatu hari menabrak Bumi,” jelas Henry.

Sementara meteorit bertahan di Bumi antara 100 dan 1.000 tahun sejak penanggalan karbon. Science Alert menghubungkannya dengan penampakan meteorit antara tahun 1889 dan 1951 di Bumi.

[Gambas:Video CNBC]