liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Pria yang Baru Jadi Ayah Alami Penyusutan Otak

Jakarta, CNBC Indonesia – Ada banyak penyesuaian yang harus dilakukan saat menjadi orang tua baru. Bagi wanita yang menjadi ibu, perubahan hormonal saat hamil dapat menyebabkan perubahan pada otak, namun ternyata hal yang sama juga terjadi pada pria, meski tidak mengalami kehamilan secara langsung.

Sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa ayah baru mengalami perubahan pada otak mereka setelah memiliki anak.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Efek kehamilan pada otak ibu baru

Mengutip laporan World Economic Forum, penelitian terbaru menemukan bukti kuat bahwa kehamilan dapat meningkatkan neuroplastisitas, atau remodeling, pada struktur otak perempuan. Menggunakan pencitraan resonansi magnetik, para peneliti telah mengidentifikasi perubahan besar pada anatomi otak wanita dari sebelum hingga setelah kehamilan.

Dalam sebuah penelitian, peneliti di Spanyol memindai ibu yang hamil untuk pertama kalinya. Kemudian, dilakukan pemindaian lagi dua bulan setelah mereka melahirkan.

Dibandingkan wanita yang tidak memiliki anak, volume otak ibu yang baru melahirkan lebih kecil. Ini menunjukkan bahwa struktur otak utama benar-benar menyusut selama kehamilan dan periode pascapersalinan awal.

Perubahan otak begitu nyata sehingga algoritme dapat dengan mudah membedakan otak wanita yang telah menjalani kehamilan dari otak wanita tanpa anak.

Kehamilan tampaknya memengaruhi struktur di permukaan luar korteks otak.

Mengapa perubahan struktur otak ini terjadi setelah kehamilan?

Para peneliti percaya perubahan otak ini dapat membantu para ibu merawat bayi mereka dengan lebih sensitif. Memang saat ibu melihat foto atau video bayinya sendiri, banyak bagian otak yang aktif.

Karena itu, para peneliti menyimpulkan bahwa otak ibu baru berubah untuk membantu mereka menanggapi dan merawat bayinya.

Otak ayah juga berubah

Mereka memang tidak mengalami kehamilan secara langsung, namun bisa merawat bayi yang baru lahir juga membuat para ayah mengalami perubahan saraf saat pertama kali menjadi orang tua.

Pengalaman merawat bayi bisa membekas di otak orang tua baru. Ternyata pria juga bisa terpengaruh oleh peran baru mereka sebagai orang tua, meski dengan cara yang kurang jelas.

Kelompok penelitian di University of Southern California di Los Angeles dan Instituto de Investigación Sanitaria Gregorio Marañón di Madrid, terkait dengan proyek BeMother, berkolaborasi dalam studi baru untuk mempelajari lebih lanjut tentang plastisitas di otak ayah baru.

Penelitian baru ini didasarkan pada data magnetic resonance imaging (MRI) dari 40 ayah heteroseksual yang merupakan orang tua baru, setengahnya di Spanyol dan setengahnya lagi di Amerika Serikat.

Studi ini menemukan perubahan signifikan pada otak ayah dari prenatal ke postnatal yang tidak ditemukan pada pria tanpa anak yang diteliti selama periode waktu yang sama. Dalam sampel Spanyol dan California, perubahan otak ayah muncul di area korteks yang berkontribusi pada pemrosesan visual, perhatian, dan empati bayi.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Jangan remehkan, 8 kebiasaan ini bisa merusak otak Anda

(hsy/hsy)