liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
master38
Pengusaha Laundry Di Bekasi Punya Cara Dorong Inklusi, Simak!

Jakarta, CNBC Indonesia – Inklusi keuangan di Indonesia terus meningkat. Data Kominfo menyebutkan pada tahun 2021 tingkat inklusi keuangan di Indonesia akan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dan mencapai 83,6%. Banyaknya perkembangan inklusi keuangan ini diikuti dengan pertumbuhan kepemilikan dan penggunaan rekening yang signifikan yang juga meningkat menjadi 65,4% di tahun 2021.

Persentase orang dewasa yang memiliki rekening di perkotaan lebih tinggi dibandingkan di perdesaan. Namun, pertumbuhan kepemilikan lebih tinggi di pedesaan daripada di perkotaan. Di pedesaan, agen bank dan BUMDes juga memberikan kontribusi peningkatan kepemilikan rekening yang signifikan dan penyaluran bantuan dari Pemerintah juga memberikan kontribusi. Pada tahun 2020, penerima bantuan program pemerintah akan meningkat menjadi 40,8%. Sedangkan penggunaan uang elektronik akan meningkat 2,5 kali lipat menjadi 11,7% pada tahun 2021.

Masyarakat juga berperan mempengaruhi masyarakat sekitar, seperti halnya pengusaha laundry di Jatiasih Bekasi, Jawa Barat Selvian Silviana, ternyata dengan cara yang sederhana juga berperan dalam percepatan inklusi keuangan.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Dilatarbelakangi oleh kurangnya pengetahuan masyarakat tentang digitalisasi, Silviana yang telah menggeluti bisnis laundry selama 2 tahun ini kemudian mencoba mengedukasi kerabat dekatnya dengan mengenalkan perbankan digital.

Menurutnya, di era yang serba modern ini, masyarakat perlu terbuka terhadap perkembangan teknologi karena banyak kemudahan yang bisa dinikmati, salah satunya dengan menggunakan perbankan digital.

Berangkat dari kepedulian dan inisiatif pribadi, Silviana kemudian bergabung sebagai agen koneksi digital bernama Sobat Raya. Sobat Raya merupakan salah satu nasabah Bank Raya yang juga concern untuk mempopulerkan layanan keuangan digital dengan jangkauan yang lebih luas.

“Targetnya, pertama keluarga dekat. Setelah itu tetangga. Karena kebetulan saya punya tempat usaha, saya bekerja dengan banyak klien. Di lingkungan yang sama, di kantor teman saya, saya hanya mencicipi itu,” ujarnya. kepada CNBC Indonesia belum lama ini.

Rentang usia target adalah 17 hingga 40 tahun. Saat ini persentase yang telah diberikan sosialisasi terkait layanan keuangan digital adalah 70% di kalangan ibu rumah tangga, sedangkan sisanya adalah anak muda dan mahasiswa.

Lebih lanjut diakuinya, dalam melakukan sosialisasi ini masih ada beberapa pihak yang kurang paham. Namun, tidak sedikit orang yang sudah memahami layanan keuangan digital lainnya.

Foto: dok Selvian Silviana, pengusaha laundry di Jatiasih Bekasi saat mengedukasi kerabat tentang layanan digital.

Selanjutnya, Silviana juga menjelaskan keunggulan layanan perbankan digital kepada masyarakat seperti bebas transfer, pembayaran tagihan, fitur pengelolaan keuangan dan lain sebagainya.

“Kalau nyaman saya menggunakan Bank Raya seperti yang saya jelaskan, saya tidak perlu membayar biaya admin setiap bulan. Kedua, saya bisa transfer karena saya punya keluarga, banyak transaksi ke banyak bank. Jadi cukup untuk Bank Raya dan gratis. Gampang dan membantu. Ada fitur saku, jadi saya lebih mudah mengatur keuangan dengan fitur saku ini,” ujar Silviana.

“Jadi saya lihat, untuk keluarga saya yang tidak mau ribet, menggunakan digital banking bisa lebih mudah,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Digital dan Operasional Bank Raya, Bhimo Wikan Hantoro juga menegaskan Sobat Raya ikut serta dalam percepatan inklusi keuangan. Dimana Sobat Raya membantu memperkenalkan kemudahan aplikasi Raya untuk mengatur keuangan, serta tabungan yang praktis dan aman.

“Kami mencoba menargetkan demografis yang akan matang, di usia remaja akhir, dan awal 20-an dan 30-an. Di mana kami yakin secara ekonomi akan tumbuh lebih jauh di masa depan, dan ini telah membuktikan bahwa banyak dari pelanggan kami demografis ada. level. , “tegasnya.

Dengan segala komitmen dan dukungan melalui berbagai layanan, ia berharap inklusi keuangan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan. Selain itu, Bhimo juga berharap Bank Raya dapat berperan menjadi bagian dari ekosistem pembayaran, pembukaan rekening, dll.

“Kami berharap dapat tumbuh bersama dengan tingkat literasi keuangan, dimana kami berkomitmen melalui berbagai upaya dan sumber daya untuk menerapkan literasi keuangan, sehingga kedepannya dapat mendorong pertumbuhan transaksi di Bank Raya,” pungkas Bhimo.

[Gambas:Video CNBC]

(dpu/dpu)