liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
master38
Modal Minjam Nenek Kini Valuasi Rp 49 T, Ini Pemilik Mixue

Jakarta, CNBC Indonesia – Es krim bermerek Mixue Ice Cream & Tea kini sedang viral dan hits di berbagai kota di Indonesia. Tak heran jika beberapa cabang Mixue selalu ramai dengan antrean pengunjung.

Es krim asal China menjadi incaran karena harganya yang murah. Harga es krim cone hanya Rp 8.000. Sedangkan beberapa varian lainnya harganya tak lebih dari Rp 25.000.

Siapa sangka, sebelum Mixue berekspansi ke beberapa negara di Asia Tenggara seperti Indonesia, Vietnam, dan Malaysia, brand ini dulunya hanyalah toko kecil di pinggiran kota China. Di balik kesuksesannya, ada seorang pemuda Tionghoa bernama Zhang Hongchao.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Zhang Hongchao mendirikan Mixue pada tahun 1997 sebagai toko es serut ketika dia masih menjadi mahasiswa. Saat itu, Zhang membuka toko pertamanya di dekat sebuah sekolah di Zhengzhou, Provinsi Henan, China, yang tidak terlalu berkembang secara ekonomi. Dia menamai toko es serut itu Mixue Bingcheng.

Dikutip dari FoodTalks yang berbasis di China, untuk membuka toko, Zhang mendapat pinjaman dari neneknya sebesar 4.000 yuan atau sekitar Rp 7 juta.

Karena modal awal yang sangat terbatas, perlengkapan toko Mixue saat itu juga sangat sederhana. Zhang hanya memiliki lemari es, beberapa bangku, dan meja lipat. Bahkan mesin es serut untuk memproduksi es dirakit sendiri oleh Zhang dengan membeli motor, meja putar dan pemotong.

Resep sukses Mixue Ice cream & Tea adalah harganya yang sangat kompetitif. Ketika toko lain menjual es krim sekitar 10 yuan, mereka hanya menjualnya seharga 2 yuan.

Selain negara asalnya di China, Mixue Ice Cream & Tea juga ada di Vietnam, Malaysia, dan Singapura. Pada tahun 2022, Mixue telah membuka 20.000 cabang di Tiongkok. Di luar negeri, jumlah cabang Mixue telah melampaui 10.000 lokasi.

Tidak hanya pub modern, Mixue juga mengoperasikan pabrik bahan mentahnya sendiri termasuk 5 pusat pergudangan dan logistik regional.

Kini, valuasi seluruh bisnis Mixue diperkirakan mencapai US$3,17 miliar atau sekitar Rp49,54 triliun. Mixue dikabarkan berencana menjual saham di Shenzhen dan mengumpulkan US$ 918 juta (Rp 14,3 miliar).

[Gambas:Video CNBC]

(hsy/hsy)