liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
Nyaris Bangkrut, Pengusaha Anyaman Rotan Bangkit Karena ini

Jakarta, CNBC Indonesia – Pengusaha anyaman rotan asal Malang, Misriwati Agustina (57), berhasil mengembangkan industrinya meski menghadapi berbagai tantangan. Awalnya, perempuan ini melenceng dari pekerja kantoran menjadi pengusaha tenun rotan yang sukses.

Usaha yang dibangunnya dikenal dengan nama Galeri Rotan CV Dona Doni dan menjadi industri rotan asal Malang. Sebelum memulai usahanya, ia pernah bekerja sebagai broker di industri anyaman rotan pada tahun 1992 di sebuah perusahaan asal Amerika Serikat.

Dukungan dari keluarga serta pengalaman dan keterampilannya mendorongnya untuk mendirikan industri anyaman rotan sendiri.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Dona Doni sebenarnya didirikan pada tahun 1998 setelah suami saya di-PHK dari perusahaannya saat krisis keuangan. Belakangan, saya terinspirasi untuk memulai bisnis sendiri. Saya belajar dari perusahaan Amerika karena saya menjadi broker selama 5 tahun, setelah itu Saya mulai usaha sendiri,” kata Misriwati dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (5/1/2023).

Menurutnya, nama Galeri Rotan CV Dona Doni berasal dari nama anak bungsunya, Dona Romadhoni yang kemudian disingkat menjadi Dona dan Doni.

Ia mengatakan, pada awal merintis usahanya, ia mengeluarkan modal sebesar Rp 15 juta yang digunakan untuk membeli bahan baku eceng gondok dan rotan serta beberapa peralatan untuk memproduksi rotan.

“Modalnya sendiri karena saya keluar dari perusahaan dan tabungan saya masih banyak Rp 15 juta. Untuk transportasi kebetulan saya punya mobil sendiri. Bahan bakunya 1 kwintal, rotan 1 kwintal,” ujarnya. .

Ia juga menunjukkan kegigihan untuk berkreasi dan melihat potensi pasar. Dibantu 15 tenaga kerja, industri ini mampu menghasilkan berbagai macam kerajinan anyaman. Misriwati menegaskan, keunggulan produk Dona Doni adalah memenuhi kebutuhan pelanggan dengan desain produk yang beragam sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Sementara itu, ia menjelaskan, pada 1997 usahanya menghadapi berbagai tantangan. Dimana usahanya mengalami kesulitan dan diambang kebangkrutan akibat kelangkaan dan mahalnya bahan baku rotan alam.

“Saya kesulitan modal. Namun, BRI memberikan pinjaman Rp 150 juta saat itu karena bisnis kami sudah diekspor. Pinjaman saya selesai, saya ingin mentransfer ke KUR BRI dengan pinjaman sebesar Rp. 180 juta, tujuannya untuk mempertahankan perusahaan dimana upah buruh naik, dan bahan baku juga naik,” ujarnya.

Berkat bantuan BRI dengan pinjaman yang mudah, perempuan asal Malang ini bisa terus berusaha dan yakin usahanya bisa kembali pulih.

Sebagai informasi, produk CV Dona Doni Rattan Gallery antara lain kerajinan anyaman rotan, mulai dari souvenir, furniture, peralatan rumah tangga, desain hiasan souvenir dari bahan baku seperti serat rotan, mendong, pelepah pisang, eceng gondok, dan rotan sintetis.

Pemasaran produk dilakukan melalui workshop dan pameran kerajinan, baik di wilayah Malang maupun di luar kota, seperti Surabaya, Yogyakarta, Solo, dan Jakarta. CV Dona Doni Rattan Gallery juga sukses memperluas penjualannya ke pasar ekspor Singapura, Malaysia, Jepang, Amerika dan Abu Dhabi.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Buah Pemberdayaan UMKM BRI, Kopi Takengon Aceh Tiba di AS

(rah/rah)