liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
Ngeri Mikroplastik Masker Bisa Rusak Paru-paru, Cek Kata Ahli

Jakarta, CNBC Indonesia – Mikroplastik yang terkandung dalam masker sekali pakai membuat kebanyakan orang khawatir akan pengaruhnya terhadap kesehatan. Mikroplastik pada masker sekali pakai dikhawatirkan menyebabkan kerusakan paru-paru.

Untuk menghilangkan kekhawatiran ini, para ahli turun tangan. Dan menyebutkan, hasil penelitian mereka menunjukkan, memakai masker saja tidak akan menyebabkan kerusakan paru-paru. Ini karena mikroplastik tidak bisa masuk ke paru-paru hanya dengan bernapas melalui masker.

“Bukan memakai masker yang menyebabkan kerusakan paru-paru, tapi mikroplastik yang tertinggal setelah masker dilepas,” ujar pejabat Institut Toksikologi Korea, Yoo Byung-ah, dikutip dari The Korea Herald, Kamis (2/2). . /2023).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Yoo mengatakan masker sekali pakai membutuhkan puluhan tahun paparan kelembaban dan sinar ultraviolet untuk terurai menjadi mikroplastik.

Sementara itu, kepala tim peneliti toksisitas inhalasi di bawah Institut Toksikologi Korea (KIT), Lee Kyu-hong yang melakukan penelitian tentang efek masker dan produk plastik bekas pada manusia dan alam di masa depan mengatakan, kini manusia di dunia jangan menghirup mikroplastik dari masker.

“Saat ini, orang mencium mikroplastik yang dibuang di masa lalu [bukan pada masker sekali pakai yang digunakan]”kata Lee.

“Kita perlu mempertimbangkan dampak ke depan dari peningkatan penggunaan plastik yang luar biasa selama pandemi COVID-19 ini,” lanjut Lee.

Sebelumnya, anggapan bahwa mikroplastik dalam masker sekali pakai dapat terhirup dan membahayakan paru-paru manusia muncul dari hasil penelitian yang diterbitkan oleh Institut Toksikologi Korea, meskipun studi tersebut meneliti efek mikroplastik dari masker sekali pakai pada hewan.

Yoo mengatakan penelitian tersebut tidak mengukur efek pemakaian masker di dunia nyata.

Sebagai gantinya, para peneliti menjatuhkan bahan utama masker, partikel mikroskopis polypropylene ke saluran udara hewan. Ini menyebabkan peradangan dan kerusakan pada paru-paru mereka.

[Gambas:Video CNBC]

(des)