liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
Menkominfo Johnny Pamer Infrastruktur Digital Era Jokowi

Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Plate menampilkan sejumlah infrastruktur digital Indonesia di era Presiden Joko Widodo. Salah satunya adalah jaringan kabel fiber optic yang sudah tersedia di seluruh Indonesia.

“Semua daerah di Indonesia sudah difasilitasi fiber optic broadband. Masalah kita bagaimana memanfaatkannya untuk membuat anggaran karena ini layanan komersial,” jelas Johnny dalam Rakornas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah, Selasa ( 6/12/2022).

“Bayangkan kita mengadakan fiber optic ini di negara tetangga kita, pulaunya terbungkus semua fiber optic negara kita yang hebat.”

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Selain itu juga terdapat satelit dengan kapasitas masing-masing 2 x 150 GB. Satelit ini digunakan untuk memberikan layanan ke pusat layanan publik di seluruh negeri, mulai dari sekolah hingga fasilitas kesehatan.

Base Transceiver Station (BTS) juga menjadi salah satu infrastruktur yang disebutkan Johnny. Ia mengatakan, saat ini ada 500 ribu BTS yang dibangun swasta. Bahkan, Menkominfo mengklaim BTS kini tersedia setiap 10 meter.

Indonesia juga sedang dalam proses mendirikan pusat data pemerintah yang permanen. Johnny menjelaskan, kapasitas pusat data tersebut sangat besar dan diharapkan selesai sebelum berakhirnya pemerintahan saat ini.

“Kami telah melakukan terobosan pada pusat data permanen pemerintah dengan kapasitas besar, Level 4, standar global tertinggi. Mudah-mudahan bisa digunakan sebelum masa pemerintahan berakhir,” ujar Johnny.

Sehingga saat itu belum ada lagi pusat data di setiap daerah. Tapi semuanya akan terpusat di pusat data baru.

Untuk saat ini, Johnny meminta pemerintah daerah untuk sementara menggunakan pusat data yang telah disediakan. “Dan saya minta pemda pakai data center di Kominfo. Itu dibiayai APBN. Tidak perlu double-double, kita pakai biaya efisiensi puluhan triliun untuk hemat,” ujarnya.

[Gambas:Video CNBC]

(npb/npb)