liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Lewat SRC, Pemilik Toko Kelontong Ini Sukses Jadi Kontraktor

Jakarta, CNBC Indonesia – PT HM Sampoerna Tbk (Sampoerna) melalui Sampoerna Retail Community (SRC) secara konsisten mendukung transformasi dan digitalisasi toko ritel UMKM.

Salah satu pelaku UMKM yang merasakan dampak langsung dari SRC adalah Mappaenyong Arief, seorang pengusaha toko kelontong di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Awalnya ia hanya melanjutkan usaha toko kelontong yang dibangun oleh keluarganya sejak lama yang kini bernama Simple SRC.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Lambat laun, Arief melakukan berbagai perkembangan, seperti memutuskan bergabung dengan SRC, komunitas toko ritel terbesar di Indonesia di bawah binaan PT HM Sampoerna Tbk.

SRC Sederhana juga menjadi kelompok pertama anggota SRC di Kabupaten Gowa pada tahun 2011. Bahkan, Arief kini menjabat sebagai Ketua Asosiasi SRC Gowa, Sulawesi Selatan. Menurut Arief, sejak bergabung dengan SRC, pendapatan gerai meningkat dan peluang pengembangan usaha semakin terbuka berkat bimbingan dan pelatihan dari Sampoerna.

“Dulu kiosnya sangat kecil, tidak banyak. Omzet maksimal Rp 500.000 sampai Rp 1 juta sehari. Setelah bergabung dengan SRC, toko tertata sebagaimana mestinya, pendapatan meningkat menjadi Rp 6 juta, sekarang Rp 10 juta. sehari,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin (9/1/2023).

Kemudian pada tahun 2013, ia melengkapi tokonya dengan layanan transaksi perbankan melalui kerja sama dengan bank milik negara. Dengan begitu, pengguna dapat mentransfer atau menarik uang dan melakukan berbagai transaksi pembayaran.

Di Kabupaten Gowa, lanjutnya, Simple SRC menempati urutan pertama untuk nominal transaksi per bulan yang bisa mencapai Rp20 miliar. Layanan ini tidak hanya dilakukan secara offline di toko langsung, tetapi juga dapat dilakukan secara online.

Arief memasukkan layanan pembelian token, pulsa dll di akun Simple SRC di ekosistem digital AYO SRC sebagai dukungan digitalisasi toko retail UMKM.

“Jadi SRC ini juga sudah menyiapkan aplikasi. Semua saling support, pembeli bisa bertransaksi di aplikasi AYO SRC,” jelasnya.

Di SRC, katanya, anggotanya juga bekerja sama dan saling mendukung untuk menjadi lebih baik. Pertemuan rutin selalu diadakan sebagai ajang silahturahmi dan berbagi ilmu.

Berkat bimbingan dan kerja keras SRC, Arief kini mempekerjakan 20 orang untuk semua bidang usahanya.

Bahkan dari kesuksesan SRC Modest, Arief memiliki modal untuk terjun ke bisnis real estate, dan bisa mewujudkan ilmu dan impian lamanya. Tak hanya bisnis real estate, Arief juga mengembangkan bisnis rental mobil.

Kepada mereka yang sedang membangun bisnis, Arief juga berpesan untuk mencintai apapun pekerjaan dan bisnis yang mereka geluti sekarang.

“Kalau pekerjaan itu dicintai, kita rawat, kita jaga, dan yang terpenting jangan takut gagal. Ketika ada kesempatan pertama untuk sukses, lakukanlah,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Sampoerna Retail Community (SRC) kini telah beranggotakan lebih dari 225.000 toko ritel dan 6.000 asosiasi yang tersebar di seluruh Indonesia dan mendapat pembinaan untuk mengembangkan bisnisnya agar lebih kompetitif.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

BRI Terus Dukung Industri Kopi Indonesia Go International

(dpu/dpu)