liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Lebih Pintar dari Google, Komputer Ini Ramal Pasar Saham 2023

Jakarta, CNBC Indonesia – Ada banyak ramalan yang diungkapkan oleh sejumlah orang. Namun bagaimana jika prediksi masa depan tersebut merupakan prediksi dari sebuah program chatbot yang sempat viral beberapa waktu lalu?

Business Insider meminta ChatGPT, sebuah chatbot yang dibuat oleh OpenAI, untuk mendapatkan gambaran prospek saham 2023. Awalnya, ChatGPT mengatakan tidak bisa melakukan itu, karena pengetahuannya hanya sampai pada prospek 2021.

ChatGPT juga menambahkan bahwa ia tidak memiliki akses ke data real-time. Namun, ChatGPT tetap memberikan pandangannya berdasarkan data yang dimilikinya. Menurut alat tersebut, saham dapat dipengaruhi oleh banyak kejadian tak terduga dalam jangka pendek. Sedangkan dalam jangka panjang, saham dapat dipengaruhi oleh stabilitas ekonomi.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Dalam jangka pendek, pasar dapat dipengaruhi oleh banyak kejadian yang tidak dapat diprediksi seperti bencana alam, ketegangan geopolitik, dll. Namun, dalam jangka panjang cenderung didorong oleh stabilitas ekonomi,” jelas ChatGPT dikutip Business Insider, Jumat (13/1/2023) ).

Lebih lanjut, ChatGPT menjelaskan bahwa salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pasar saham adalah laju pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Akibat dunia masih menghadapi pandemi, pertumbuhan ekonomi juga akan menunjukkan perlambatan dibandingkan normalnya dan akan berdampak negatif pada pasar.

“Sebaliknya, jika ekonomi dunia terus pulih, maka dapat mendongkrak pasar. Perubahan kebijakan pemerintah dan bank sentral seperti suku bunga juga dapat mempengaruhi pasar,” jelas ChatGPT.

Perangkat lunak tersebut juga menyatakan bahwa dunia bergerak menuju era teknologi digital dan teknologi berkelanjutan. “Hal ini memungkinkan saham-saham di kedua sektor tersebut tumbuh dengan baik,” ujarnya.

Akhir analisis ChatGPT memprediksi bahwa saham merupakan komponen yang sulit, karena banyak faktor yang mempengaruhi kinerjanya.

“Namun, meski semuanya belum pasti, faktor yang perlu dipertimbangkan tahun ini adalah pemulihan ekonomi, perubahan kebijakan, dan peristiwa global,” jelas ChatGPT.

“Perlu diingat bahwa ini bukan nasihat keuangan, Anda harus selalu melakukan riset sendiri dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan,” kata alat tersebut yang mencakup analisisnya.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Disebut Google Killer, ChatGPT Buatan OpenAI Super Cerdas

(tiba)