liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Kreasi Tas Lokal Unik, Terinspirasi Kebiasaan Baru Pandemi

Jakarta, CNBC Indonesia – Siapa sangka kebiasaan baru menggunakan hand sanitizer di masa pandemi bisa menginspirasi bisnis yang menguntungkan. Imelda, pendiri brand tas kulit Dapoza melihat peluang ini, menciptakan inovasi produk tas berbahan kombinasi kulit dan plastik.

Ide membuat tas kulit transparan berawal dari kebiasaan baru di masa pandemi, yaitu kebiasaan membersihkan barang. Saat itu, Imelda mengaku terinspirasi dari kebiasaan menyemprotkan hand sanitizer pada barang-barang pribadi seperti handphone dan tas untuk menjaga kebersihan barang bawaannya. Dari sini ia berinisiatif membuat tas dari bahan plastik namun tetap menggunakan unsur kulit yang menjadi identitas tas yang ia produksi.

“Kami membuat kantong plastik karena orang ingin menyemprotkan hand sanitizer saat pandemi, tapi ternyata laris,” jelasnya kepada CNBC Indonesia saat ditemui di Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT), Rabu (26/22/2022). . .

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Foto: Penjual tas online diunggah di laman Instagram. (Instagram @dapoza)

Imelda adalah satu dari sekian banyak pengusaha yang harus berjuang bertahan hidup di masa pandemi. Pasalnya, selama pandemi, omzet mengalami penurunan hingga 30%.

Terakhir, ia menciptakan tas yang menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen di masa pandemi, dengan harapan bisa meningkatkan angka penjualan. Karena sebagai produsen tas, dirinya merasa penting untuk terus berinovasi menjawab kebutuhan konsumennya di masa sulit ini.

“Saat wabah benar-benar turun, turun 20 sampai 30%, itu (tas transparan) membantu, saat itu orang resah dengan Covid dan ingin tas yang bisa dibersihkan,” ujarnya.

“Awalnya saya mencoba berjudi, saya tidak tahu apa yang akan terjadi, yang jelas kami harus melakukan sesuatu,” lanjut Imelda.

Dari kebiasaan baru menyemprotkan hand sanitizer, lahirlah produk tas transparan bernama ‘visibag’. Tas ini terbuat dari Polyvinyl Chloride (PVC) dengan 2 kantong selip luar untuk masker atau sanitizer. Sedangkan untuk penutup kancing magnet, pengait untuk kunci, dan pegangan bahu terbuat dari kulit. Di dalam kantong plastik terdapat kantong organizer yang terbuat dari kanvas dengan detail kulit. Dapoza menggunakan bahan kulit domba dan kulit sapi.

Menurut Imelda, selain tas produksinya yang mudah dibersihkan, ada alasan lain mengapa tasnya laris manis di pasaran. Pasalnya, ia selalu memastikan setiap tas yang diproduksinya memiliki fungsi multifungsi. Misalnya tas transparan ini, selain bisa digunakan dengan tas, tas ini juga bisa digunakan sendiri tanpa tas alias hanya menggunakan bagian luarnya saja.

Selain itu, Dapoza juga menjual tas reversible yang memiliki 2 warna berbeda di setiap sisinya dan dapat digunakan dengan fungsi yang berbeda. Jika digunakan di satu sisi, tas ini bisa membawa laptop, namun jika digunakan di sisi lain, tas ini bisa digunakan sebagai tas travel.

Jenis tas lain yang diproduksi oleh Dapoza adalah tas dengan 2 jenis strap yang berfungsi menyesuaikan tampilan tas dalam berbagai aktivitas. Dengan karakter multifungsi ini, tas Dapoza menjawab keinginan pengguna untuk memiliki 1 tas yang dapat digunakan dalam berbagai aktivitas.

Saat ini, Dapoza terus memperluas gerainya di pusat-pusat perbelanjaan besar di Indonesia. Dapoza tidak hanya memiliki pembeli domestik tetapi juga menjangkau pasar internasional. Pembelinya berasal dari Singapura, Rusia, hingga Amerika Serikat. Menurut Imelda, perluasan akses konsumen ini merupakan hasil dari upaya Dapoza untuk terus menjaga kontrol kualitas dan pelayanan yang baik guna membangun kepercayaan konsumen terhadap produk-produknya.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Partai Rakyat Simpedes, Partai UMKM?

(hsy/hsy)