liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
master38
Kisah Pemilik Toko Kelontong yang Sukses Diversifikasi Bisnis

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemilik toko kelontong di Makassar, Sulawesi Selatan, Henny Silviani, berhasil melakukan diversifikasi usaha. Memulai usaha dengan membuka toko kelontong, Henny juga menjalankan usaha laundry.

Henny memulai usahanya pada tahun 2005 dengan menjual alat tulis kantor (ATK) dan jasa fotocopy dengan memanfaatkan lokasi tokonya yang dekat dengan kampus. Saat itu, bisnis tersebut masih dalam kontrak alias dan bukan milik sendiri.

Setahun kemudian, tepatnya tahun 2006, Henny dan suaminya membeli ruko dengan cara dicicil. Di toko itulah ia memulai usahanya yang kini bernama “SRC HS” (Harapan Sukses).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Henny mengatakan pengembangan bisnis tersebut dilakukan setelah bergabung dengan Sampoerna Retail Community (SRC) pada tahun 2017, yang merupakan komunitas toko retail terbesar di Indonesia yang dibina oleh PT HM Sampoerna Tbk. Komunitas ini memiliki lebih dari 225.000 anggota di toko ritel dan 6.000 asosiasi di seluruh Indonesia.

“Alhamdulillah toko saya berkembang pesat. Di masa pandemi, bisnis ATK kolaps karena pelanggannya tidak banyak. Dengan bimbingan dari Sampoerna ke toko SRC, kami tidak berada di titik terendah. Dengan bergabung di SRC, ada peluang bisnis. Yang bisa menghasilkan keuntungan bagi saya Sampoerna selalu memberikan bantuan agar toko bisa berkembang,” ujar Henny seperti dikutip dari keterangannya, Senin (9/1/2023).

Sementara melalui bantuan SRC, Henny membuka usaha laundry karena lokasi tokonya yang strategis.

“Tidak hanya membuka toko sembako, tapi saya juga memikirkan bagaimana menghadapi situasi pandemi. Karena banyak kost, saya mencoba membuka toko laundry. Ternyata pelanggannya tidak hanya kos-kosan, tapi juga pekerja, ibu rumah tangga. Jadi di SRC ini, kami diajak berpikir untuk melebarkan usaha,” ujar Henny.

Tidak berhenti di bisnis laundry, toko SRC HS juga ditunjuk sebagai salah satu Mini Distribution Center (MDC) menjadi lokasi penjualan kebutuhan sehari-hari melalui kerjasama Badan Urusan Logistik (Bulog) Sulawesi Selatan. Menurutnya, kerjasama ini merupakan optimalisasi Pemanfaatan Jalur Distribusi Toko Ritel untuk membantu pengendalian inflasi pangan di Sulsel.

Kerja sama ini tertuang dalam nota kesepahaman antara Bulog Sulsel dengan Asosiasi JPP Sulsel. Ada sekitar 4.000 toko SRC yang berpartisipasi sebagai MDC di wilayah Makassar, Gowa, Takalar, Maros, Pangkep, dan Bone, termasuk toko kelontong Henny.

Namun, dia mengaku tidak ingin berpuas diri. Kedepannya, ia berharap, usahanya semakin berkembang dan mampu mengembangkan usaha lainnya.

Lebih lanjut ia menceritakan bahwa ia mulai bergabung dengan SRC pada tahun 2017. Awalnya ia tidak langsung memutuskan untuk bergabung karena merasa sudah cukup baik untuk menjalankan dan mengatur usahanya.

Namun, setelah beberapa kali bertemu dengan SRC, Henny dan suaminya mempertimbangkan untuk bergabung.

Sampoerna terus memperkenalkan SRC dan para pelatihnya. Saat itu saya dan suami berpikir, kenapa tidak mencoba bergabung dengan SRC? Tapi, apa untungnya bagi saya? Itu yang saya tanyakan. Katanya tidak bisa Menjanjikan keuntungan, tapi diajak membangun bersama. Akhirnya saya ikut tahun 2017,” kata Henny.

Saat pertama kali bergabung, ia dibantu untuk mengatur dan mengelola barang-barang di tokonya. Henny mengikuti semua arahan yang diberikan dengan harapan usahanya semakin berkembang termasuk melalui berbagai program pelatihan dan pendidikan pengembangan usaha.

Tak disangka, pada 2018 lalu, Henny diundang ke Jakarta untuk mengikuti Festival Ritel Nasional (PRN). Di acara ini, ia dikenalkan dengan aplikasi “Ayo SRC”, sekaligus mendapat insight bagaimana cara meningkatkan pendapatan toko, dan mulai membuka Local Corners.

Kemudian pada tahun 2022, Henny terpilih menjadi salah satu perwakilan SRC dari Sulawesi Selatan yang diundang ke Bali untuk mengikuti event SRC tingkat nasional.

Henny juga menambahkan berbagai layanan yang bisa didapatkan pengguna di tokonya, antara lain pengisian pulsa, pembayaran listrik, dan beberapa transaksi lainnya. Dengan adanya aplikasi “Ayo SRC”, pengelola toko retail juga terbantu di masa pandemi Covid-19 karena semua pelayanan dilakukan secara online.

“Jadi dengan adanya aplikasi Ayo SRC ini sangat bagus. Kita bisa membeli barang dan lebih siap menghadapi situasi pandemi kemarin,” pungkasnya.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

BRI Terus Dukung Industri Kopi Indonesia Go International

(rah/rah)