liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
master38
Jreeng! Produk e-Commerce Asing Bakal Diperketat

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan membuat regulasi terkait e-commerce asing. Hal ini bertujuan untuk menyelamatkan produk lokal dari serangan impor.

Hal itu disampaikan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki kepada CNBC Indonesia saat ditemui dalam acara PINTU Incubator 2.0 Seleksi 4 Brand Fashion Indonesia Tampil di Premiere Classe, Paris Trade Show 2023 di kawasan Jakarta Utara, Kamis (1/12/2018). ). 2023).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Sebenarnya tidak membatasi e-commerce luar negeri, tapi kita ingin melindungi e-commerce lokal, kita ingin melindungi UKM dan melindungi konsumen. Padahal e-commerce itu harus ada, apalagi kita ingin pasar digital ini dikuasai oleh produk lokal dan UKM,” kata Teten.

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa yang ingin dia batasi adalah ritel online asing. Di mana itu dianggap tidak adil dari sudut pandang bisnis. Menurutnya, pedagang asing harus memiliki izin terlebih dahulu dan mendirikan perusahaan di Indonesia. Kemudian mereka dapat menjalankan aktivitas bisnisnya di e-commerce Indonesia.

“Sekarang ini datang langsung dari luar negeri jadi tidak memenuhi standar dalam negeri atau izin edar BPOM dan sebagainya. Ini kan tidak fair sedangkan penjualan produk lokal harus memenuhi syarat itu. Nah ini yang mau kita bahas,” ujarnya.

Teten juga mengimbau kepada e-commerce dalam negeri untuk tidak terlalu jauh mengimpor barang impor. Pelaku usaha juga diminta mengutamakan sharing dan akses produk UMKM dan mengembangkan produk Indonesia.

“Yang kita impor lewat e-commerce mungkin nilainya lebih dari US$ 100. Kenapa kita impor barang murah di bawah, apalagi kita sudah punya produknya. Kita ingin mengembangkan produk lokal, termasuk mengembangkan e-commerce kita menjadi kemitraan bisnis. , investor asing dengan pengusaha lokal, akan kami serahkan dan masih dalam proses drafting,” jelasnya.

[Gambas:Video CNBC]

(ref/mij)