liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Jangan Terkecoh! Orang Kaya Asli Tak Suka Pamer Harta

Jakarta, CNBC Indonesia – Punya teman yang suka belanja barang mahal lalu memamerkannya di media sosial? Meminjam istilah kontemporer, perilaku ini disebut membungkuk.

Fenomena pamer kekayaan atau melangsingkan tubuh sudah ada sejak lama. Namun, kebiasaan pamer kekayaan kini semakin meningkat di media sosial.

Ada anekdot bahwa orang kaya yang baik tidak memamerkan kekayaannya, dan orang kaya terbaik adalah mereka yang membelanjakan sebanyak kebanyakan orang.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Foto: Indra Kenz, mantan influencer yang kerap bungkuk, kini mendekam di penjara.

Rachel Sherman, profesor sosiologi di New York’s New School for Social Research, telah mempelajari kebiasaan belanja orang kaya. Studi ini menemukan bahwa banyak dari mereka sangat berhati-hati dalam membelanjakan uang mereka.

Dalam bukunya, Uneasy Street: The Anxieties of Affluence, Sherman mewawancarai 50 orang kaya New York. Ternyata banyak dari mereka yang hidup hemat dan membelanjakan uang dengan cara yang biasa.

Salah satu responden, Sherman, mengaku sengaja menghilangkan label pada roti seharga US$6 atau sekitar Rp85.000 (kurs Rp14.310/US$) yang dibelinya di toko kelontong agar tidak dilihat oleh pengasuhnya. . dia. Hal ini dilakukan karena ia merasa tidak nyaman jika terjadi gap yang besar antara keluarganya sendiri dengan pengasuhnya.

“Orang kaya yang saya pelajari sangat waspada terhadap implikasi moral dari hak istimewa yang diberikan kepada mereka,” kata Sherman, seperti dikutip Vice.

“Berhemat adalah salah satu cara kita menilai apakah orang kaya itu baik secara moral atau buruk secara moral.”

Bagi orang yang sangat kaya, hemat adalah cara untuk menunjukkan bahwa mereka tidak meremehkan keberuntungan dan kekayaan mereka.

Berbicara tentang orang kaya yang menabung, tentu tidak lengkap jika tidak membahas Warren Buffett, CEO Berkshire Hathaway yang juga merupakan orang terkaya kelima di dunia. Buffett dikenal dengan gaya hidupnya yang hemat meskipun dia benar-benar dapat membeli apapun dengan kekayaannya.

Mengutip Yahoo Finance, Buffett telah tinggal di rumahnya di Omaha, Nebraska, selama lebih dari 60 tahun. Kalaupun nilai kekayaannya meningkat berlipat ganda, belum tentu ia akan pindah ke vila mewah yang bernilai ratusan miliar.

Foto: Rumah Buffett di Nebraska (Chris Machian/Omaha World-Herald via AP)

Saat banyak miliarder memiliki koleksi mobil sport mewah, Buffett lebih memilih menggunakan mobil murah. Mobil terbarunya adalah Cadillac XTS yang dibelinya pada tahun 2014. “Sebenarnya, saya hanya berkendara sekitar 3.500 mil setahun, jadi saya jarang membeli mobil baru,” katanya kepada Forbes.

Buffett juga tidak terlalu peduli dengan pakaian desainer atau model iPhone terbaru. Dia hanya menggunakan ponsel murah selama bertahun-tahun sebelum akhirnya mendapatkan smartphone Apple pada tahun 2020.

Ingin contoh yang lebih lokal? Ditemukan. Coba ketikkan nama Michael Bambang Hartono di mesin pencari Google. Kalau belum tahu, dia pernah dinobatkan sebagai orang terkaya di Indonesia.

Foto: Michel Bambang Hartono, pemegang saham mayoritas BCA (CNBC Indonesia/Fitriyah Said)

Sebagai pemegang saham mayoritas Bank Central Asia (BCA) dan pemilik Djarum Super, Hartono mengalami banyak lika-liku. Berdasarkan data Forbes pada Kamis (24/11/2022), kekayaan Hartono bersaudara mencapai US$ 364,24 miliar. Jika dikonversi ke rupiah, jumlahnya melebihi Rp 500 triliun.

Gaya sehari-hari Hartono diremehkan. Dia masih suka makan jajanan pasar. Makanan favorit Hartono adalah lentog, makanan tradisional dari kampung halamannya, Kudus, Jawa Tengah. Satu porsi lentog terdiri dari irisan lontong, tahu, tempe, dan nangka.

Suatu saat, Hartono datang dengan mobil Hiace Ventury, tanpa pendamping atau voorijder pendamping. Bagi orang sekelas Hartono, mobil Hiace memang tergolong mobil murah.

Jadi, jangan terkecoh ya, kalau ada yang memamerkan kekayaannya di media sosial. Bisa dipastikan orang-orang tersebut sebenarnya tidak sekaya itu, bukan sekelompok orang kaya sejati yang masuk dalam daftar Forbes The World’s Billionaires, misalnya.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Mengapa orang kaya sejati tidak suka memamerkan kekayaannya?

(hsy/hsy)