liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
Gerhana Matahari di RI Jelang Lebaran 2023, Catat Tanggalnya!

Jakarta, CNBC Indonesia – Bulan April ini akan ada beberapa fenomena langit. Salah satunya adalah gerhana matahari yang terjadi menjelang Lebaran mendatang.

Andi Pangerang dari Pusat Riset Antariksa BRIN menjelaskan, pada 20 April 2023 akan terjadi gerhana matahari hybrid. Fenomena ini dapat dilihat di Indonesia.

“Sepanjang tahun 2023 akan ada 12 Fase Bulan Baru dengan 2 fase Bulan Baru bertepatan dengan Gerhana Matahari Hibrid yang dapat disaksikan di Indonesia pada 20 April,” kata Andi dikutip dari Edusainsa, Senin (3/4/2023).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Sedangkan dari 4 gerhana yang akan terjadi pada tahun 2023, terdiri dari 2 gerhana matahari dan 2 gerhana bulan.

Mengutip situs BMKG, gerhana matahari hibrida terjadi ketika matahari, bulan, dan bumi berada dalam satu garis. Hal ini membuat cakram Bulan lebih kecil dari Matahari dan tempat lain yang cakram Bulannya sama dengan Matahari, dan dapat diamati dari Bumi.

Fenomenanya, pada fase puncak gerhana, matahari akan seperti cincin di suatu tempat. Area lain dapat menyaksikan Matahari tampak tertutup sepenuhnya oleh Bulan.

Gerhana Matahari Hibrida ini memiliki tiga bayangan berbeda untuk Bulan. Mulai dari antumbra yang berupa gerhana matahari cincin, penumbra (gerhana matahari sebagian), dan daerah umbra lainnya yang terlihat (gerhana matahari total).

Dari jumlah itu, tiga di antaranya bisa dilihat di langit Indonesia. Selain Gerhana Matahari Hibrida, juga ada Gerhana Bulan Penumbra (5-6 Mei) dan Gerhana Bulan Sebagian (29 Oktober).

Sedangkan Gerhana Matahari Cincin pada 15 Oktober tidak akan terlihat dari Indonesia. Andi menjelaskan ada beberapa alasan.

“Hal ini karena Indonesia tidak terkena bayang-bayang Antumbra dan Penumbra Bulan. Selain itu, Fase Bulan Baru terjadi saat bulan masih berada di bawah ufuk di seluruh Indonesia,” jelas Andi.

Sementara itu, April juga akan melihat Puncak Hujan Meteor Lyrid. Fenomena langit ini terjadi sejak 13 April hingga 1 Mei. Puncaknya bisa dilihat sejak 22 April pukul 22.30 dan akan memudar saat matahari terbit.

[Gambas:Video CNBC]

(kata benda)