liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
Doyan Minum Bubble Tea Bisa Bikin Auto-Diabetes? Cek Faktanya

Jakarta, CNBC Indonesia – Bubble tea atau boba merupakan salah satu minuman ‘kekinian’ asal Taiwan yang sangat populer di kalangan masyarakat, terutama anak muda. Boba alias bola-bola kecil yang terbuat dari tepung singkong banyak digemari karena dipadukan dengan berbagai jenis minuman, salah satunya adalah teh susu.

Minuman boba pertama kali dikembangkan oleh pemilik kedai teh di Taiwan pada tahun 1980. Kemudian, sejak tahun 1990-an, minuman boba di Asia mulai menyebar popularitasnya hingga ke Amerika Serikat dan Eropa pada tahun 2000.

Saat ini minuman boba menjadi salah satu pilihan utama masyarakat untuk melepas dahaga karena semakin beragamnya rasa, merk, dan tambahan topping minuman boba.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Namun, dibalik rasanya yang nikmat dan menyegarkan, minuman boba ternyata memiliki kandungan gula yang sangat tinggi. Lantas, berapa banyak gula dan kalori dalam segelas boba?

Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Food Science & Nutrition mengungkapkan bahwa satu minuman boba milk tea berukuran 473 ml mengandung 299 kalori dan 38 gram gula. Kandungan gula pada minuman boba bisa lebih tinggi jika ditambahkan topping tambahan seperti agar-agar dan puding.

Jika ditambah topping jelly, satu gelas boba milk tea akan mengandung 43 gram gula. Sedangkan satu gelas boba milk tea dengan topping puding mengandung 49 gram gula. Angka tersebut mendekati batas konsumsi gula harian yang disarankan.

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menganjurkan untuk membatasi konsumsi gula maksimal 50 gram per hari atau setara dengan empat sendok makan.

Kandungan gula yang tinggi pada minuman boba dapat memberikan efek negatif bagi kesehatan tubuh. Studi yang sama menyatakan bahwa konsumsi minuman manis dengan kadar gula tinggi memiliki risiko tinggi penumpukan lemak tubuh dan obesitas.

Obesitas merupakan ‘gerbang’ menuju serangkaian penyakit lain, seperti diabetes, penyakit jantung dan pembuluh darah atau kardiovaskuler, dan beberapa jenis kanker.

Laporan Diabetes Saat Ini melaporkan bahwa risiko seseorang terkena diabetes dapat meningkat hingga 26 persen jika Anda mengonsumsi satu hingga dua porsi minuman manis per hari.

Namun, risiko tersebut belum termasuk jika seseorang mengonsumsi makanan dan minuman manis lain selain minuman boba. Misalnya, satu kaleng soda bisa mengandung 39 gram gula, dua donat cokelat mengandung sekitar 24 gram gula, dan satu es krim bisa mengandung 22 gram gula.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Apakah Anda suka minum boba? Hati-hati! Anda berisiko mati muda

(hsy/hsy)