liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Dear Entrepreneur, Jangan Bikin Bisnis Sekadar Ikuti Hobi Ya

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah terus mendorong sebanyak mungkin UKM untuk terhubung dengan ekosistem digital. Masalahnya, di tengah ketatnya persaingan di pasar digital, UKM perlu memastikan produknya unggul.

Lalu, bagaimana caranya agar produk UMKM kita unggul dalam persaingan sehingga menjadi pilihan konsumen? Pertanyaan tersebut banyak dilontarkan dalam acara UMKM Digital Hero Tour yang digelar di Universitas Garut dan Universitas Siliwangi, Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 5 dan 6 Oktober 2022.

Upacara tersebut diresmikan oleh Dekan Fakultas Kewirausahaan Universitas Garut, Sukma Nugraha dan Wakil Rektor Universitas Siliwangi, Asep Suryana Abdurrahmat.

Selain bertujuan untuk membangun literasi digital bagi wirausahawan muda di kampus, acara ini juga bertujuan untuk mempopulerkan program Pahlawan Digital UMKM yang sedang berlangsung.

Acara bertajuk “Roadshow Pahlawan Digital UMKM: Bagaimana Produk UMKM Kita Unggul di Digital” ini dihadiri oleh Titipku Chief Executive Officer Henri Suhardja yang memberikan materi dan berbagi pengalaman kepada ratusan mahasiswa di kedua kampus tersebut.

Titipku adalah platform marketplace yang berfokus untuk menghubungkan pedagang marketplace dengan konsumennya secara online. Saat ini, Titipku telah melayani sekitar 150 pasar tradisional di wilayah Jabodetabek dan diikuti sekitar 8.000 pedagang pasar.

Menurut Henri, kunci UKM untuk unggul di dunia digital bukan hanya soal kualitas produk dan promosi, tapi juga bagaimana membangun nilai, tim, dan ekosistem yang tepat untuk bisnis yang mereka jalankan.

Henri juga memberikan beberapa tips penting kepada mahasiswa yang umumnya memulai bisnis UMKM.

Pertama, saat memulai usaha, UKM harus menentukan nilai yang tepat, pasar produk, kesesuaian dan waktu. Jadi, pengusaha tidak hanya memikirkan untung saja, tetapi produknya juga harus bermanfaat dan memberikan solusi atas masalah yang dialami konsumen.

Kedua, waktu yang tepat untuk memulai bisnis juga sangat penting.

“Jangan sampai kita yang modalnya besar, produknya bagus, tapi tertinggal dari produk sejenis yang sudah ada di masyarakat,” kata Henri.

Ketiga, memilih partner dan tim yang tepat, terutama dalam memilih komposisi founder atau co-owner bisnis. Menurut Henri, kunci utama dalam memilih co-founder bisnis adalah memiliki visi dan nilai yang sama, namun berbeda kompetensi sehingga bisa saling melengkapi.

Keempat, pelaku usaha juga harus membangun ekosistem untuk menyukseskan ekosistem digital.

“Tidak lagi seperti dulu, kita buat produk, lalu jual, lalu belanjakan. Sekarang kita harus bisa membangun basis pelanggan yang loyal termasuk komunitas. Misalnya Titipku, selain punya pelanggan, juga membina komunitas pasar. pedagang, kemudian kurir pengantaran. Jadi tidak hanya menjual produk tapi juga membangun komunitas,” ujar Henri.

Lalu, ada pemikiran yang selama ini dianggap Henri sesat, yakni ide berbisnis sebagai hobi. Di sisi lain, menurutnya, pengusaha tidak boleh berbisnis hanya karena hobi atau kesenangan.

Selama ini banyak pebisnis yang gagal karena hanya menekuni hobi. Karena hobi berbeda dengan bisnis. Hobi itu menyenangkan, sedangkan bisnis adalah tanggung jawab dimana seorang pebisnis harus memikirkan operasional, keuangan, hingga berusaha memenuhi kebutuhan pelanggan.

“Bayangkan sesuatu yang harus kita lakukan sesekali, harus kita lakukan setiap saat, setiap hari, ditambah kewajiban operasional lainnya. Banyak orang yang stres karena hal tersebut,” kata Henri.

Dalam acara tersebut, Henri mengajak sebanyak mungkin anak muda untuk mulai menjadi pengusaha. Dengan terus berjejaring dengan banyak kelompok dan memilih mentor yang tepat, mahasiswa yang ingin memulai bisnis dapat memulai bisnisnya dengan baik.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)