liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Dari Hobi, Cuan Belasan Juta! Intip 5 Kisah UMKM Binaan SETC

Jakarta, CNBC Indonesia – PT HM Sampoerna Tbk melalui Sampoerna Entrepreneurship Training Center (PPK) selalu membina para pelaku UMKM untuk mendapatkan pelatihan dan pendampingan demi kelangsungan usaha yang layak.

Head of External Affairs Sampoerna, Ishak Danuningrat menjelaskan PPK merupakan program pembinaan UKM yang diresmikan pada tahun 2007. Fasilitas pendukung pelatihan kewirausahaan program PPK berdiri di atas lahan seluas 27 hektar (ha) di Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.

“Sampai saat ini PPK telah memberikan keterampilan wirausaha kepada lebih dari 65.000 peserta dari seluruh Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (26/12/2022).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Sementara itu, di PPK Pasuruan, lima perwakilan UKM binaan PPK berbagi cerita merintis usaha dari hobi yang kemudian menjadi sumber penghasilan berkat dukungan PPK.

Pertama, ada penggiat eco-printing untuk produk fashion dan pendiri Letes Craft, Ani Nurdiana. Diakuinya, sebelumnya hanya hobi mengoleksi daun-daun unik untuk dicetak menjadi kain bermotif natural dengan teknik eco-printing.

“Saya sudah lama bergabung dengan PPK, sejak 2010. Saat itu kemampuan ecoprinting saya masih hobi. Teman PPK yang menasihati saya untuk serius. Rasa percaya diri juga muncul setelah mendapat pelatihan bisnis, manajemen dan pemasaran dari nih..,” jelasnya.

Ani resmi membawa hobinya mencetak ke dalam brand Letes Craft yang menjual dompet, tas, dan sepatu dengan motif daun yang unik. Produk tersebut ternyata dijual hingga kisaran harga Rp 2 juta. Padahal, saat memulai usahanya, Ani hanya mengeluarkan modal Rp 300.000 sebagai modal awal.

Saat ini aset Letes Craft sudah mencapai Rp 200 juta dengan omzet sekitar Rp 5 juta per bulan. Bahkan, saat ramai, pendapatan bisa mencapai Rp 80 juta per bulan.

“Berkat ilmu dari SETC, saya bisa membuat produk yang dijual ke Hong Kong dan bisa memberdayakan tetangga saya sebagai pekerja,” imbuhnya.

Senada dengan Ani, fashion designer brand N2N asal Malang, Lastri Suhartini pun mendapat kepercayaan untuk membuka usaha sampingan setelah bergabung dengan SETC. Usaha Lastri berupa jasa dan supplier produk baju motif lukis tangan.

“Sebenarnya landasan keilmuan saya adalah arsitektur, jadi hobi saya adalah melukis. Sebelumnya saya tidak pernah berpikir untuk membuka usaha. Ternyata, sekarang kegiatan yang saya sukai ini bisa menghasilkan pendapatan Rp 8-10 juta sebulan,” ujarnya. dikatakan.

Kemudian ada pula Eka Wahyu Setyowati, pegiat kain perca dengan brand Decak Handmade yang mengaku melihat peran penting PPK dalam bisnisnya, mulai dari cara menghitung harga pokok penjualan (HPP), hingga pemasaran digital.

Selanjutnya ada UMKM binaan PPK bernama Lilien Kecil yang didirikan oleh Trisakti Chandra Dewi yang mendapat restu jaringan usaha dari PPK, kemudian memanfaatkannya untuk memberdayakan ibu-ibu PKK di wilayahnya.

Kemudian ada pula pelaku UMKM binaan PPK bernama Neneng Apriani yang membuat produk olahan black garlic menjadi cokelat, pastry, dan selai. Awalnya, Neneng memakan bawang putih hitam sendiri. Belakangan, ia mulai memproduksinya untuk pasar, bahkan di luar Indonesia.

“Dari awal hanya untuk konsumsi pribadi, kini bawang putih hasil olahan saya melalui brand N’Up Product bisa mendatangkan penghasilan bulanan sekitar Rp 15 juta. Saya punya pelanggan dari Australia dan Turki yang juga rutin membelinya,” tambah Neneng.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Partai Rakyat Simpedes, Partai UMKM?

(dpu/dpu)