liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
master38
Bukan IQ Tinggi, Ini yang Dibutuhkan agar Anak Sukses

Jakarta, CNBC Indonesia – Anak-anak yang tumbuh dengan kecerdasan intelektual atau IQ tinggi bukanlah modal yang cukup untuk sukses di masa depan. IQ adalah kecerdasan intelektual, kecerdasan yang terbentuk dari proses belajar dan pengalaman hidup.

Namun nyatanya, penelitian menunjukkan ketekunan jauh lebih penting daripada nilai IQ yang tinggi, sekolah bergengsi atau rapor yang bagus.

Dilansir dari CNBC International, penelitian dari psikolog anak, Michele Borba, menyebutkan bahwa ketekunan merupakan kemampuan nomor satu yang dapat menunjang kesuksesan anak di masa depan.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Berdasarkan penelitian ini, anak yang gigih dan tidak mudah menyerah memiliki rasa percaya diri yang tinggi bahwa usahanya akan membuahkan hasil yang baik. Oleh karena itu, anak-anak tetap termotivasi untuk bekerja keras dan menyelesaikan apa yang mereka mulai, meskipun banyak kendala dalam prosesnya.

“Saya menemukan bahwa kegigihan adalah soft skill No.1. 1 yang membedakan anak-anak yang memiliki motivasi tinggi dengan mereka yang mudah menyerah,” ujarnya, di CNBC International, dikutip Sabtu (3/12/2022).

Lantas, bagaimana cara mengasah ketekunan anak? Berikut adalah lima cara yang dapat dilakukan ibu dan ayah, menurut Michele Borba.

1. Latih Anak Agar Tidak Mudah Menyerah

2. Apresiasi Bisnis Anak

3. Beri anak waktu istirahat

4. Melatih anak untuk mandiri

5. Validasi Perasaan Anak

Selain itu, menurut penelitian yang dilakukan oleh psikolog Universitas Stanford Carol Dweck, anak-anak cenderung lebih mudah menyerah ketika mereka dipuji karena kecerdasan alami mereka (“Kamu sangat pintar!”) daripada ketika mereka dipuji karena usaha mereka (“Kamu bekerja sangat keras.”) !”).

Sebuah studi oleh Massachusetts Institute of Technology menemukan bahwa anak-anak berusia 15 bulan dapat belajar kegigihan jika orang tua mereka mencontohkan perilaku tersebut.

Para peneliti menemukan bahwa anak-anak yang melihat orang dewasa berjuang untuk mencapai tujuan, berusaha lebih keras untuk menyelesaikan tugas sulit mereka sendiri. Itu dibandingkan dengan anak-anak yang melihat orang dewasa berhasil dengan mudah.

Studi ini juga menemukan bahwa anak-anak dapat belajar pentingnya mencoba setelah melihat hanya dua contoh perjuangan orang dewasa.

Ingat, ketekunan adalah keterampilan yang harus dipelajari sejak kecil. Pertanyaannya, bagaimana cara orang tua membantu anak melatih ketekunan?

Menurut Michele, ada beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua, misalnya tidak menekan anak untuk selalu berhasil, selalu menghargai usaha yang dilakukan anak (fokus pada proses, bukan hasil akhir), memberikan pengertian pada anak. bahwa kesuksesan itu hanya sementara, dan selalu pahami tingkat kemajuan anak.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Inilah Negara-negara dengan Skor IQ Tertinggi dan Terendah di Dunia

(Luc/Luc)