liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Bisnis GoFood-GrabFood Ternyata Untungnya Cuma Segini, Tipis!

Jakarta, CNBC Indonesia – Bisnis pesan-antar makanan berbasis aplikasi digital seperti GoFood dan GrabFood ternyata untung tipis. Hal ini tergambar dalam laporan keuangan Meituan.

Meituan, perusahaan pengiriman makanan asal China, bisa menjadi contoh perusahaan yang paling efisien. Pasalnya, antara lain, saham perseroan telah diperdagangkan di bursa Hong Kong. Selain itu, Meituan memiliki armada pengiriman sendiri.

Menurut laporan Momentum Works bertajuk Food Delivery Platforms in Southeast Asia (SEA), Meituan hanya mencatatkan margin usaha sebesar 6%.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Pada laporan keuangan 2021, 56% sumber pendapatan Meituan berasal dari biaya yang dikutip dari pengguna dan pedagang. Sebanyak 30% merupakan komisi dari merchant, sedangkan 14% sisanya berasal dari iklan dan pendapatan lainnya.

Dari total pendapatan ini, 71% digunakan untuk biaya pengiriman makanan dan 23% untuk biaya pemasaran dan akuisisi.

Alhasil, margin usaha Metiuan hanya 6%. Ini belum termasuk biaya overhead dan biaya yang dikeluarkan oleh kantor pusat.

Tentu saja, biaya kantor pusat perusahaan yang menyediakan aplikasi digital seperti Meituan sangat signifikan. Biaya gaji untuk developer aplikasi dan bidang teknologi informasi lainnya tentu saja tinggi, belum lagi gaji para eksekutif perusahaan teknologi.

Margin yang tipis mendorong perusahaan pengiriman makanan di Asia Tenggara untuk mengoptimalkan biaya dan memperluas sumber pendapatan lain untuk mencapai atau meningkatkan profitabilitas.

Di Asia Tenggara saja, pelaku industri memperkirakan margin operasi pengiriman makanan jangka panjang sekitar 5-8 persen. Angka ini termasuk pendapatan iklan, tetapi tidak termasuk biaya operasional kantor pusat dan biaya overhead.

Dengan tekanan yang meningkat dari pasar modal, pemain pesan-antar makanan mencoba meningkatkan profitabilitas dengan berbagai cara. Salah satunya adalah optimalisasi biaya dengan mengurangi biaya subsidi, serta efisiensi biaya operasional.

Pemotongan subsidi dan insentif merupakan tindakan nyata bagi platform untuk meningkatkan margin. Dalam lingkungan yang kompetitif, hal ini mungkin sulit dicapai karena pemotongan sepihak dapat menghasilkan pangsa pasar bagi pesaing baru.

Pada tahun 2022, pemotongan insentif akan meluas ke seluruh industri. Platform ternama terbukti mampu meredamnya, tanpa terlalu khawatir kehilangan pangsa pasar.

Para pemain di bidang ini, juga dikenal melebarkan sayapnya dengan mencari penghasilan tambahan. Misalnya dengan mengiklankan, berlangganan, dan menerbitkan jasa keuangan.

Profitabilitas operator pengiriman makanan bergantung pada volume, kepadatan, dan efisiensi operasional.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Twin Startup GoFood-GrabFood mem-PHK 150 orang

(demi)