liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Catat! Bukan Sekolah Mahal yang Bisa Bikin Anak Sukses

Jakarta, CNBC Indonesia – Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya tumbuh menjadi orang yang sukses di masa depan. Dilansir dari CNBC Make It, psikolog anak Michele Borba menemukan tujuh keterampilan yang dibutuhkan anak untuk mewujudkannya.

Melalui tulisannya, kata Borba, untuk menjadi sosok sukses di masa depan, anak-anak perlu memiliki mental yang kuat dan tangguh, mampu bersaing dalam kehidupan masyarakat, memiliki kesadaran diri, dan tidak mudah menyerah. Hal-hal tersebut merupakan beberapa penanda dan bekal bagi keberhasilan mereka.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Lantas, apa saja kemampuan anak sukses?

1. Percaya diri

Menurut Borba, kebanyakan orang tua menyamakan harga diri dengan kepercayaan diri. Begitu banyak orang tua yang mengatakan “Kamu spesial” atau “Kamu bisa menjadi apapun yang kamu mau” kepada anak-anak mereka.

Nyatanya, ada sedikit bukti bahwa harga diri meningkatkan kesuksesan atau kebahagiaan akademis anak-anak. Studi mengatakan bahwa kebanyakan anak yang sukses adalah mereka yang percaya diri dengan usaha dan kemampuan mereka.

Biasanya rasa percaya diri muncul dari anak yang berhasil melakukan sesuatu dengan baik, mampu menghadapi hambatan, bisa menciptakan solusi, dan tegas dengan diri sendiri. Borba mengatakan bahwa terlalu terlibat dalam urusan anak apalagi mengerjakan PR anaknya hanya membuat mereka berpikir “Mereka (orang tua) tidak percaya saya bisa melakukannya.”

2. Empati

Empati memiliki tiga jenis yang berbeda, yaitu empati afektif atau berbagi perasaan dengan orang lain dan merasakan emosi mereka, empati perilaku atau kepedulian yang mendorong seseorang untuk bertindak, dan empati kognitif atau memahami pemikiran seseorang dan menempatkan diri sebagai orang itu.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan kemampuan empati anak yaitu.


Mengenalkan jenis-jenis emosi, seperti senang, kesal, marah, hingga sedih.



Ajak anak untuk mengenali dan cara mengungkapkan emosi yang dialaminya.



Beri anak kesempatan untuk mengungkapkan perasaannya dengan cara yang baik dengan memberi contoh.



Ajaklah anak untuk membahas perasaan orang lain, seperti menanyakan “Menurutmu bagaimana perasaan orang itu? Pernahkah kamu merasakan hal itu atau tidak?”


3. Pengendalian Diri

Menurut Borba, salah satu kunci keberhasilan anak adalah kemampuan mengendalikan perhatian, emosi, pikiran, tindakan, dan keinginan. Borba menuturkan, salah satu cara untuk mengajarkan pengendalian diri pada anak adalah dengan memberikan tanda-tanda.

Contoh gestur yang bisa dilakukan orang tua antara lain sebagai berikut.

“Jika kamu marah, hitung sampai 10 sebelum kamu menjawab,”

“Kalau ragu, hentikan dulu. Kemudian berpikir dan tenanglah,”

“Jangan katakan apapun yang tidak ingin kau dengar dari orang lain, oke?”

4. Integritas

Integritas yang terdiri dari keyakinan, kapasitas, sikap, dan keterampilan dapat membantu anak untuk mengetahui dan melakukan hal-hal yang baik. Memberikan ruang kepada anak untuk mengembangkan jati dirinya sangat penting bagi orang tua agar tumbuh menjadi sosok yang sukses.

Salah satu cara untuk membangun integritas anak adalah dengan mengakui dan memuji perilaku yang dilakukan anak sehingga mereka sadar bahwa orang tuanya menghargai mereka. Borba mengatakan menggunakan kata “karena” membantu anak-anak memahami mengapa perilaku mereka baik.

5. Rasa ingin tahu

Keingintahuan melambangkan keinginan untuk mengeksplorasi peristiwa baru dan menantang bagi anak-anak. Borba mengatakan orang tua dapat menggunakan barang-barang sederhana untuk merangsang rasa ingin tahu anak-anak mereka, seperti cat, benang, kertas, dan stik es krim. Setelah itu, biarkan anak mengeksplorasi benda-benda tersebut.

Selain melalui berbagai hal, orang tua juga bisa memicu rasa ingin tahu anak dengan mengajukan pertanyaan, seperti “Ayo, kita lihat apa yang terjadi!”, “Bagaimana menurutmu?”, “Wah, kok tahu?”

6. Ketekunan

Ketekunan dapat membantu anak untuk bertahan dalam situasi sulit bagi mereka.

Cara yang baik untuk menanamkan ketekunan pada anak adalah dengan membantu mereka mengenali kesalahan dan mendorong mereka untuk membagi tugas menjadi beberapa bagian agar pekerjaan menjadi lebih mudah. Dengan demikian, anak-anak tetap semangat untuk bekerja keras dan menyelesaikan apa yang telah mereka mulai meskipun banyak rintangan.

7. Optimisme

“Anak-anak yang optimis melihat tantangan dan hambatan sebagai hal yang sementara dan bisa diatasi sehingga mereka lebih berpotensi menjadi sosok-sosok sukses,” kata Borba.

Menurutnya, orang tua perlu optimis sebelum mengajarkannya kepada anak-anaknya. Sebab, anak mengadopsi sikap optimis orang tuanya.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Kesalahan Mengasuh Anak No. 1 Masalah Pendidikan Uang Bagi Anak

(hsy/hsy)