Jakarta, CNBC Indonesia – Para ahli akhirnya berhasil menemukan parfum yang mendekati dan diduga pernah digunakan oleh Ratu Mesir Kuno, Cleopatra. Kabarnya, penemuan aroma tersebut menggunakan metode biomolekuler baru.
Dilansir dari CNN International, para ilmuwan dan sejarawan telah mengkreasikan ulang atau menebak ulang parfum yang digunakan Cleopatra berdasarkan resep yang terekam dalam teks dan prasasti Mesir di dinding kuil.
Salah satu resep yang dipelajari peneliti dari Czech Academy of Sciences, Sean Coughlin, adalah membuat parfum di Mesir Kuno dengan teknik memanaskan minyak selama 10 hari 10 malam sebelum dicampur dengan kayu tertentu.
IKLAN
GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN
“Itu misteri besar bagi kami. Sebab, kalau minyak goreng sepuluh hari pasti baunya tidak enak,” kata Coughlin, dikutip Senin (3/4/2023).
Namun, Coughlin akhirnya berhasil menemukan cara untuk memecahkan misteri tersebut. Sebelumnya, Coughlin telah melaporkan hasil penelitiannya di jurnal Near Eastern Archaeology.
Menurut jurnal tersebut, pada zaman dahulu, Mesir memang terkenal sering menciptakan wewangian dengan aroma yang harum. Pada masa Cleopatra VII, orang Mesir kuno telah berlatih setidaknya selama tiga ribu tahun dan terampil dalam pembuatan wewangian.
Tak lama setelah Cleopatra meninggal, sebuah buku muncul tentang resep yang berkaitan dengan pemerintahannya.
“Bahan dasar parfum dan salep Mesir adalah minyak nabati atau lemak hewani. Bukan alkohol seperti saat ini,” kata ilmuwan tersebut dikutip dari IFL Science.
“Aroma tercipta melalui asap dari pembakaran resin aromatik, kulit kayu dan tumbuhan. Kemudian, bisa juga dihasilkan melalui pengepresan dengan resin yang direndam, bunga, tumbuhan, rempah-rempah dan kayu,” lanjut laporan ilmuwan tersebut.
Dua ribu tahun kemudian, para ilmuwan mencoba menciptakan aroma serupa dari proses dan bahan-bahan ini. Namun, makna hieroglif yang digunakan untuk mencatat resep telah hilang seiring berjalannya waktu. Alhasil, komposisi minyak Cleopatra yang digunakan masih belum pasti.
Namun, setelah menggabungkan teks sejarah dan kimia modern, penulis Coughlin dan Dora Goldsmith dari Frele Universitat Berlin menguji berbagai bahan potensial dengan harapan menemukan aroma khas Cleopatra.
Setelah menggunakan berbagai bahan dan metode, Coughlin dan Goldsmith melaporkan bahwa parfum Cleopatra setidaknya memiliki dasar dupa yang pedas dan kayu manis yang baru ditumbuk.
“Konstelasi yang berubah menghasilkan aroma yang sangat menyenangkan dengan aroma pedas mur dan kayu manis yang baru digiling, disertai rasa manis,” tulis Coughlin dan Goldsmith.
“Apalagi baunya yang menyengat bertahan selama dua tahun, menurut laporan parfum Mesir terjaga kualitasnya,” lanjutnya.
[Gambas:Video CNBC]
(hsy/hsy)